• Minggu, 5 Februari 2023

Ayo Ikuti Lomba Desain Logo Solo dan Maskot Rajamala

LBH
- Rabu, 16 November 2022 | 19:40 WIB
Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka menggelar lomba desain ulang logo Solo Spirit of Java dan desain logo Rojomolo. (SMSolo/tangkapan layar twitter Gibran)
Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka menggelar lomba desain ulang logo Solo Spirit of Java dan desain logo Rojomolo. (SMSolo/tangkapan layar twitter Gibran)

Beritasenator.com. Dalam rangka mendukung keberlangsungan City Branding di Kota Solo, akan diadakan kompetisi untuk desain ulang logo Solo The Spirit of Java dan lomba desain maskot Rajamala. Adapun kedua perlombaan ini diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Surakarta melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surakarta. Total hadiah yang bisa diperoleh seluruh pemenang yaitu sebesar Rp34 juta, beserta trophy dan piagam penghargaan. Peserta dapat mengunggah hasil karya mereka dan mengirimkan karya maksimal tanggal 27 November 2022 pukul 23.59 WIB melalui link bit.ly/lombaligosolo.

Baca Juga: Ganjar Pranowo Akan Menghitung Kenaikan UMP Di Propinsi Jawa Tengah

Sedangkan, untuk saat ini juri yang akan mengoreksi hasil kompetisi lomba, terdiri dari Dr. Andre Noevi Rahmanto, S.Sos.,M.Si (UNS),  Dr. Taufik Murtono, S.Sn.,M.Sn (ISI), Retno Wukandari, SH,MSi (BPPD), Suwarmin Mulyadi, S.Sos.,MM (Media), dan Heru Mataya (pegiat budaya).

Adanya kompetisi ini didasari dengan beberapa alasan, antara lain sebagai landasan baru Pemerintah Kota Surakarta dalam merumuskan program pembangunan kedepannya, dengan berlandaskan nilai-nilai ‘jiwanya Jawa.’ Hal ini sesuai dengan simpulan yang diperoleh pada saat pertemuan representasi Stakeholder tanggal 12 Juli dan 25 Oktober 2022. 

Selain itu, alasan tersebut juga sejalan dengan twit Walikota Surakarta tanggal 9 Oktober 2022, dimana walau sebetulnya dinilai masih relevan, namun perlu dilakukan penyegaran terhadap tampilan logo Solo The Spirit of Java tanpa pengubah tagline dan makna yang terkandung didalamnya. Dengan harapan, penyegaran ini dapat bertahan terhadap perkembangan zaman hingga 15 tahun mendatang. 

Baca Juga: Komisi III DPR RI Memuji Ganjar Pranowo Dalam Menangani Permasalahan Wadas

Sementara, untuk lomba maskot, adalah suatu bentuk memajukan nilai-nilai kebudayaan yang diharapkan dapat melestarikan, mengelola, mengembangkan dan memanfaatkan potensinya untuk peningkatan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat. Pernyataan tersebut juga memiliki payung hukum, yakni sesuai pada Undang-undang Nomor 10/2010 tentang Cagar Budaya dan Undang-undang Nomor 5/2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. 

Pemilihan tokoh Rajamala bukan merupakan tanpa arti. Pasalnya, keputusan ini telah dirundingkan oleh budayawan dan praktisi terkait untuk memilih Rajamala sebagai ikon maskot Kota Solo. Dengan menggunakan tokoh Rajamala, masyarakat akan lebih mudah melakukan eksplorasi dan inovasi ragam bentuk visual yang bersifat temporer, serta sesuai dengan kreativitas dan kebutuhan masing-masing tanpa meninggalkan karakteristik aslinya.

Maskot Rajamala ASEAN Para Games (APG) XI 2022 dan dikuti delegasi APSF, NPC dan INASPOC saat mengikuti long mars dalam acara hitung mundur dan pengenalan Maskot di Jalan Slamet Riyadi Solo, Minggu (3/7/2022). (ANTARA/Bambang Dwi Marwoto)

Halaman:

Editor: LBH

Sumber: Surakarta.go.id

Tags

Terkini

Polres Wonogiri Tetap Memberlakukan Tilang Manual

Senin, 30 Januari 2023 | 17:50 WIB
X