• Minggu, 14 Agustus 2022

Indonesia dan Korea Selatan Melakukan Kerjasama Pemantauan Blue Ekosistem

LBH
- Senin, 29 November 2021 | 15:00 WIB
Indonesia menyiapkan restorasi hutan mangrove di Bali guna menyiapkan ageda KTT G20 tahun depan (baliinpictures/Instagram)
Indonesia menyiapkan restorasi hutan mangrove di Bali guna menyiapkan ageda KTT G20 tahun depan (baliinpictures/Instagram)

Beritasenator.com. Kerjasama di bidang kelautan antara Pemerintah Indonesia dan Korea Selatan semakin terjalin erat. Terbaru, pemerintah kedua negara memperluas kerjasama bilateral dalam memperkuat aksi iklim dan memulai beberapa rencana aksi mulai tahun depan.

Baca Juga: Indonesia Pusat Mangrove Terpenting di Dunia

Ini merupakan pertemuan kedua yang merupakan tindak lanjut dari kunjungan Menteri Samudra dan Perikanan Republik Korea ke Indonesia pada 13 Oktober lalu Terdapat empat poin area kerja sama yang dibahas dalam pertemuan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dengan Menteri Samudera dan Perikanan Republik Korea Moon Seong Hyeok, secara daring pada Hari Jumat (26-11-2021).

Baca Juga: Indonesia Mulai Mempersiapkan Diri Untuk Konferensi G20 2022 

Poin pertama adalah Karbon Biru (Blue Carbon). Ekosistem karbon biru memiliki peran penting untuk penyerapan karbon. Indonesia memiliki mangrove dan padang lamun sebagai bagian dari ekosistem karbon biru, “Saya setuju bahwa kita perlu melakukan pemetaan dan pemantauan ekosistem Blue Carbon dengan menggunakan teknologi remote sensing yang dikombinasikan dengan drone dan survei secara langsung,” ujar Menko Luhut kepada Menteri Moon.

“Saya pikir metodologi untuk pengukuran, pelaporan dan verifikasi sangat penting untuk dikembangkan dari mangrove dan padang lamun, dan saya ingin ini memulai penelitian ini dimulai di tahun 2022 mendatang,” tambah Menko Luhut.

Baca Juga: Mensos Tri Rismaharini Memberikan dan Menghibur Anak- Anak di Pengungsian 

Merespon pernyataan Menko Luhut, Menteri Moon setuju untuk melakukan penelitian dan studi bersama tentang karbon biru mulai tahun depan. “Saya percaya bahwa kedua negara akan meletakkan dasar kerja sama mulai dari pembentukan badan konsultatif ahli, mengadakan seminar online, dan pelatihan di Korea serta survey langsung ke lokasi,” ujarnya.

Menko Luhut juga mengapresiasi perhatian pemerintah Korea untuk bekerja sama dalam pembangunan persemaian mangrove. Hal ini akan sangat mendukung program rehabilitasi mangrove. Indonesia mengajukan alternatif 3 lokasi untuk pilot project, yaitu di Brebes, Cilacap dan Belitung.

Baca Juga: Proyek Metaverse Mark Zuckerberg Mempunyai Potensi Penjualan 1 Triliyun Dolar 

Halaman:

Editor: LBH

Sumber: Kemenkomarves

Tags

Terkini

Di Stand Kodam Pattimura, Jokowi Cermati Sukun

Selasa, 9 Agustus 2022 | 08:47 WIB

Cara Membedakan Pupuk Asli dan Palsu, Klik ini

Jumat, 5 Agustus 2022 | 23:19 WIB

Latgabma SGS 2022

Kamis, 4 Agustus 2022 | 06:07 WIB

Layanan Perkeretaapian Di IKN, Klik ini

Sabtu, 30 Juli 2022 | 08:26 WIB

Digital Marketing, Jerry Tomasoa

Senin, 25 Juli 2022 | 19:37 WIB
X