• Kamis, 27 Januari 2022

Menyelamatkan Pancasila dari Gerakan Deideologisasi yang Terus Menggerogoti: Peluang dan Tantangan

- Senin, 6 Desember 2021 | 17:46 WIB
  • Oleh: Untung Suropati/Ketua Dewan Pembina GPM

 

Di edisi sebelumnya telah dijelaskan, pasca-surutnya Sukarno gerakan desukarnoisasi yang berlangsung secara terstruktur dan sistematis masih terus terjadi.

Bukan rahasia gerakan politik yang bertujuan menegasikan ketokohan dan menafikan jasa Sukarno itu berdampak sangat masif. 

Ironis, mengingat Sukarno pejuang kemerdekaan, proklamator, dan presiden pertama RI yang peran dan jasanya sangat besar untuk bangsa ini.

Di bidang ideologi, gerakan deideologisasi, varian baru "virus" desukarnoisasi mengakibatkan Pancasila selain terdistorsi dari segi istilah, juga predikat, kedudukan, fungsi, dan maknanya terdegradasi. 

Anehnya pula, gerakan deideologisasi muncul dan merebak justru pasca-reformasi. Bukti keran kebebasan yang terbuka lebar pasca-otoritarianisme Orde Baru membuat Pancasila makin lemah dan termarjinalkan. 

Mirisnya, layaknya virus Corona, gerakan deideologisasi menyebar cepat dan menyasar target tanpa pandang bulu.

Siapa tidak waspada kena. Tidak peduli kelas Marhaen atau pemilik modal alias orang kaya.

Kaum muda atau golongan tua. Rakyat atau pejabat. Institusi swasta atau lembaga negara, MPR salah satunya.

Padahal MPR isinya kaum cerdik pandai, pula terhormat pilihan rakyat.

Halaman:

Editor: Jojo

Sumber: majalah MATRA

Tags

Terkini

Catatan Tertinggal di HUT BNPB, Oleh: Egy Massadiah

Rabu, 26 Januari 2022 | 09:22 WIB

Indonesia vs Thailand

Selasa, 25 Januari 2022 | 06:36 WIB

Imam B Prasodjo Dalam Catatan Pinggir Facebook

Kamis, 13 Januari 2022 | 21:49 WIB

Catatan WA, Egi Massadiah Tentang Monkey Business

Kamis, 13 Januari 2022 | 18:20 WIB

Peringatan BMKG di Tanggal 13 Sampai 15 Januari 2022

Kamis, 13 Januari 2022 | 08:52 WIB
X