• Minggu, 24 Oktober 2021

Film Karya Indonesia 'Yuni' Sukses di Toronto International Film Festival 2021

LBH
- Minggu, 19 September 2021 | 18:51 WIB
Yuni sebuah film karya sutradara perempuan Kamila Andini Memenangkan Platform Prize di Toronto International Film Festival (Instagram.com/ifa_isfansyah)
Yuni sebuah film karya sutradara perempuan Kamila Andini Memenangkan Platform Prize di Toronto International Film Festival (Instagram.com/ifa_isfansyah)

Beritasenator.com. Dunia perfilman Indonesia patut berbangga diri setelah film Yuni yang disutradarai Kamila Andini berhasil membawa pulang penghargaan dari salah satu ajang perfilman bergengsi dunia, Toronto International Film Festival 2021. Kamila Andini menerima langsung penghargaan tersebut di acara Toronton International Film Festival 2021.

Seperti dikutip dari Instagram Ifa, Minggu (19/9/2021) bahwa . "Juri tersentuh oleh film yang membawa perspektif baru dan intim ke dalam sebuah cerita remaja yang ditandai dengan struktur dan framing halus serta sinematografinya yang apik," kata Riz Ahmed dan tim yang terdiri dari Clio Barnard, Anthony Chen, Valerie Complex, dan Kaiz Radwanski


"Ini sungguh terasa tak nyata. Namun, aku melihat ini sebagai sebuah harapan. Kemenangan ini untuk suara-suara perempuan di Indonesia yang belum pernah terdengar," kata Kamila saat menerima penghargaan tersebut. Platform Prize adalah penghargaan film tahunan yang dipersembahkan oleh Festival Film Internasional Toronto untuk film-film "bernilai artistik tinggi yang juga menunjukkan visi penyutradaraan yang kuat".

Yuni membawa cerita tentang masalah pelik remaja perempuan, terutama di desa, yang kerap dipaksa menikah di usia muda oleh orangtuanya . Padahal Yuni memiliki impian untuk terus melanjutkan sekolahnya. Film ini dibintangi oleh Arawinda Kirana, Asmara Abigail, Sekar Sari, Marissa Anita, Dimas Aditya, dan Neneng Wulandari.

Saya sulit mempercayainya. Tapi saya kira saya melihat ini sebagai harapan. Ini untuk suara-suara perempuan di Indonesia yang belum didengar. Ini untuk setiap perempuan di Indonesia dan dunia yang telah berjuang, bertarung bertahun-tahun, menemukan, berusaha menemukan kebebasan mereka," kata Kamila.

Dia juga berterima kasih kepada semua kru, pemeran, produser, rekan dan semua orang yang mendukungnya untuk terus mendobrak batasan.

"Ini bukan cuma kemenangan Indonesia, ini kemenangan Asia Tenggara. Terima kasih!" lanjutnya,

Film 'YUNI' berkisah tentang Yuni, seorang gadis remaja cerdas dengan impian besar untuk kuliah. Ketika dua pria yang hampir tidak dikenalnya datang melamar, ia menolak lamaran mereka. Penolakan itu memicu gosip tentang mitos bahwa seorang perempuan yang menolak tiga lamaran tidak akan pernah menikah.

Tekanan semakin meningkat ketika pria ketiga melamarnya, dan Yuni harus memilih antara mempercayai mitos atau mengejar impiannya.

Film 'YUNI' diperankan oleh Arawinda Kirana, Kevin Ardilova, Dimas Aditya, Marissa Anita, Asmara Abigail, Muhammad Khan, Nazla Thoyib, Neneng Risma, Vania Aurell, Boah Sartika, Anne Yasmin, Toto ST. Radik, Mian Tiara, Ayu Laksmi, dan Sekar Sari.

Film tentang pernikahan remaja ini terinspirasi dari cerita asisten rumah tangga Kamila Andini yang pamit pulang kampung karena harus menemani anaknya yang baru berusia 17 tahun melahirkan, dan juga cerita perempuan yang ia pernah dengar lainnya.

Skenario ditulis oleh Kamila bersama Prima Rusdi, diproduseri oleh Ifa Isfansyah, dan diproduksi oleh Fourcolours Films bekerja sama dengan Akanga Film Asia (Singapura), Manny Films (Perancis), dengan dukungan pendanaan dari Aide Aux Cinémas Du Monde CNC Perancis, Infocomm Media Development Authority Singapura, Visions Sud Est Swiss, Program Pendukungan Film Indonesia untuk Distribusi Internasional Direktorat PMMB Kemendikbud Ristek Republik Indonesia, MPA APSA Academy Film Fund Australia, dan Purin Pictures Thailand.

Persiapan film ini telah dimulai sejak tahun 2017 dan pengambilan gambarnya rampung pada awal tahun 2020 di Serang, Banten, tidak lama sebelum pandemi COVID-19 terjadi.

Halaman:

Editor: LBH

Tags

Terkini

Pemenang FFWI Dianugerahi Piala Gunungan

Senin, 27 September 2021 | 19:57 WIB

Peran dan Posisi Perempuan dalam Perfilman Indonesia

Selasa, 21 September 2021 | 18:34 WIB

Benarkah Penjurian Unggulan FFWI XI Makin Mengerucut?

Minggu, 19 September 2021 | 20:27 WIB

Menyelamatkan Situs Megalitik Berusia 4,500 Tahun

Kamis, 16 September 2021 | 19:50 WIB
X