• Minggu, 24 Oktober 2021

Pahlawan Rwanda Ternyata Terlibat Kelompok Teroris Genosida

LBH
- Senin, 20 September 2021 | 21:38 WIB
Pahlawan Rwanda dinyatakan bersalah terlibat genosida
Pahlawan Rwanda dinyatakan bersalah terlibat genosida

Beritasenator.com. Mengejutkan ketika Pengadilan Rwanda pada hari Senin menyatakan Paul Rusesabagina, seorang manajer hotel yang pernah digambarkan sebagai pahlawan dalam film Hollywood. Dinyatakan bersalah karena menjadi bagian dari kelompok yang bertanggung jawab atas serangan teroris. Terlibat dalam aksi  genosida tahun 1994.  

 

Mereka harus dinyatakan bersalah karena menjadi bagian dari kelompok teror ini - MRCD-FLN," kata Hakim Beatrice Mukamurenzi tentang 20 terdakwa termasuk Rusesabagina. "Mereka menyerang orang-orang di rumah mereka, atau bahkan di mobil mereka dalam perjalanan." 

Rusesabagina telah mengakui keanggotaan dalam Gerakan Rwanda untuk Perubahan Demokratis (MRCD), sebuah kelompok yang menentang pemerintahan Presiden Rwanda Paul Kagame. Ia  membantah bertanggung jawab atas kekerasan yang dilakukan oleh sayap bersenjatanya, Front Pembebasan Nasional (FLN). 

Kasus ini memiliki perhatian yang tinggi sejak Rusesabagina 67 tahun ditangkap tahun lalu setibanya dari Dubai. Ia  dia gambarkan sebagai penculikan oleh pihak berwenang Rwanda. Tokoh Rusesabagina dalam film Hotel Rwanda (2004) diperankan oleh aktor Don Cheadle. Ia digambarkan sebagai seorang pahlawan. Kritik terhadap Rusesabagina muncul dari Kagame yang berbasis di Amerika Serikat. 

Dia telah membantah semua tuduhan dan mengatakan dia diculik dari Dubai untuk diadili tahun ini. Pendukungnya menyebut persidangan itu palsu. Aksi ini merupakan bukti perlakuan kejam Kagame terhadap lawan politik. 

Jaksa menuntut  Rusesabagina dengan hukuman seumur hidup atas sembilan tuduhan. Diantaranya aksi  terorisme, pembakaran, penyanderaan dan pembentukan kelompok pemberontak bersenjata, yang diarahkannya dari luar negeri.

 

Rusesabagina sempat menjadi selebriti global setelah film Hotel Rwanda yang menggambarkan dia mempertaruhkan nyawanya untuk melindungi ratusan orang sebagai bos sebuah hotel mewah di ibu kota Rwanda, Kigali.

Ia melakukan aksinya selama 100 hari ketika terjadi ada aksi genosida dari  ekstremis etnis Hutu membunuh lebih dari 800.000 orang, sebagian besar dari Tutsi. minoritas.

Halaman:

Editor: LBH

Sumber: france24.com

Tags

Terkini

2 Gol Messi Membawa PSG Menang

Rabu, 20 Oktober 2021 | 11:00 WIB

Daftar SWIFT Code, BIC, dan IBAN Bank di Indonesia

Kamis, 14 Oktober 2021 | 03:25 WIB

Taiwan Tidak Takut Atas Ancaman China

Minggu, 10 Oktober 2021 | 16:00 WIB

Bandara King Abdullah di Arab Saudi Diserang Drone

Minggu, 10 Oktober 2021 | 15:00 WIB

AS Meminta Taliban Membebaskan Warga AS Yang Disandera

Minggu, 10 Oktober 2021 | 10:00 WIB
X