• Selasa, 7 Desember 2021

Presiden XI Dari China Memberikan Peringatan Keras Ke Taiwan

LBH
- Minggu, 10 Oktober 2021 | 09:00 WIB
China menegaskan Taiwan harus reunifikasi
China menegaskan Taiwan harus reunifikasi

Beritasenator.com. Pernyataan Presiden Xi datang setelah angkatan udara China melakukan pelanggaran batas udara selama empat hari berturut-turut ke zona identifikasi pertahanan udara Taiwan mulai 1 Oktober.

Pelanggaran udara tersebut melibatkan hampir 150 pesawat. Misi tersebut telah berakhir. Pemimpin China Xi Jinping mengatakan reunifikasi dengan Taiwan harus terjadi dan akan terjadi secara damai.

Baca Juga: Nobel Perdamaian Diberikan Kepada Dua Wartawan

Meskipun ada peningkatan ancaman China untuk menyerang pulau itu. Xi berbicara pada perayaan resmi di Aula Besar Rakyat Beijing yang sebagian besar berfokus pada perlunya Partai Komunis yang berkuasa untuk terus memimpin China karena negara itu naik dalam kekuasaan dan pengaruh. 

Reunifikasi bangsa harus diwujudkan, dan pasti akan terwujud,” kata Xi. “Reunifikasi melalui cara damai adalah yang paling sejalan dengan kepentingan keseluruhan bangsa China, termasuk rekan-rekan Taiwan.

Baca Juga: Setiap Desa Harus Mampu Membuat Wisata Desa

” Perayaan itu untuk menghormati peringatan 110 tahun revolusi Tiongkok pada tahun 1911. Tergulingnya  dinasti Qing dan berdirinya Republik Tiongkok yang dipimpin oleh Sun Yat-sen. 

10 Oktober dirayakan di Taiwan sebagai Hari Nasional dan pidato Xi menyentuh aspirasi bersama untuk masa depan yang bersatu, meskipun ada perbedaan mencolok antara sistem satu partai otoriter China dan demokrasi multi-partai Taiwan yang dinamis.

 Baca Juga: Gambar Para Pahlawan Mau Dipakai Untuk Uang. Siapa Saja Mereka?

Pernyataan Xi datang hanya beberapa hari setelah militer China mengirim rekor jumlah pesawat militer terbang menuju Taiwan dalam latihan yang disebut pulau yang memiliki pemerintahan sendiri sebagai ancaman.

 Menanggapi pernyataan Xi, kantor kepresidenan Taiwan mengatakan masa depan negara itu "ada di tangan rakyatnya", menambahkan opini publik di Taiwan menolak "satu negara, dua sistem.

Halaman:

Editor: LBH

Sumber: TRT World

Tags

Terkini

Rangnick Merubah Taktik Bermain MU Menjadi 4-2-2-2

Senin, 6 Desember 2021 | 17:00 WIB

Melchor Group Tandatangani MoU Dengan Medco Group

Jumat, 3 Desember 2021 | 15:50 WIB

Dari Phase Out Ke Phase Down Oleh Eko Sulistyo

Jumat, 3 Desember 2021 | 09:22 WIB

Indonesia Resmi Menjadi Presidensi G20

Kamis, 2 Desember 2021 | 12:00 WIB

Repost WA Group Kamar Baca Prestasi RI

Rabu, 1 Desember 2021 | 11:17 WIB

Ballon d'Or Ke 7 Untuk Lionel Messi

Selasa, 30 November 2021 | 12:00 WIB

Jerman Tandai 100.000 Korban Meninggal Akibat COVID-19

Senin, 29 November 2021 | 12:06 WIB
X