• Kamis, 27 Januari 2022

Dari Phase Out Ke Phase Down Oleh Eko Sulistyo

- Jumat, 3 Desember 2021 | 09:22 WIB
  • Beritasenator.com repost Jarkom Relawan


Judul tulisan ini sekilas seperti permainan semantik yang tidak menimbulkan dampak dan makna apa-apa.

Tapi ketika frasa itu merupakan kata-kata dalam perjanjian internasional hasil Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Iklim Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) atau COP-26 di Glasgow, yang berakhir 12 November lalu, masalahnya bisa lain.

Tidak hanya menjadi perhatian internasional, tapi juga menyangkut nasib bumi yang diperkirakan makin panas akibat perubahan iklim.

Selama dua minggu pembicaraan iklim PBB di Glasgow, Skotlandia, perselisihan semantik dalam teks akhir perjanjian mendominasi perdebatan para negoisator iklim.

Dibawah Pakta Iklim Glasgow, 197 negara telah sepakat menjaga pemanasan global pada 1,5 derajat Celcius, dan segera mempercepat aksi iklim.

BACA JUGA: Rangkuman Buku The Power of Habit

Draf awal perjanjian menyerukan upaya menuju “phase out” atau “penghapusan bertahap” pembangkit listrik tenaga batu bara dan subsidi bahan bakar fosil yang tidak efisien, serta beralih ke opsi energi lebih bersih.

Ibarat permainan sepak bola, pada menit terakhir atau "injury time", kata-kata itu diubah menjadi “phase down” atau “penurunan bertahap” atas desakan India yang didukung Cina, dan negara berkembang lainnya.

India menolak penghentian pembangkit listrik tenaga batu bara secara bertahap. Karena lebih setengah kebutuhan listriknya masih berasal dari pembangkit listrik termal berbasis batu bara.

Halaman:

Editor: Redaksi Berita Senator

Sumber: Majalah Eksekutif, majalah MATRA

Tags

Terkini

Presiden Jokowi Terima PM Lee di Bintan

Selasa, 25 Januari 2022 | 19:58 WIB

Cina, Rusia dan Iran Latihan Perang Bersama

Sabtu, 22 Januari 2022 | 17:00 WIB

Pasukan Elite Inggris Dikirim Ke Ukraina

Sabtu, 22 Januari 2022 | 14:00 WIB

White List Media Digital Indonesia 2022

Senin, 17 Januari 2022 | 05:43 WIB
X