• Kamis, 6 Oktober 2022

Direktir IMF Memuji Pelaksanaan FMCBG G20 Di Nusa Dua Bali

LBH
- Senin, 18 Juli 2022 | 11:00 WIB
Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva  bertemu Presiden Joko Widodo dan Menteri Keuangan Sri Mulyani di Istana Bogor, Minggu, 17 Juli 2022. (Dok. Biro Pers Sekretariat Presiden/Muchlis Jr)
Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva bertemu Presiden Joko Widodo dan Menteri Keuangan Sri Mulyani di Istana Bogor, Minggu, 17 Juli 2022. (Dok. Biro Pers Sekretariat Presiden/Muchlis Jr)

Beritasenator.com. Dana Moneter Internasional (IMF) mengapresiasi penyelenggaraan Pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral (Finance Ministers & Central Bank Governors’ Meeting /FMCBG) Negara G20 ketiga di Nusa Dua, Bali, pada Jumat (15/7) lalu. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva saat diterima oleh Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan Bogor, pada Minggu, 17 Juli 2022.

“Bu Kristalina sangat menghargai bahwa Indonesia telah sukses menjadi tuan rumah untuk G20 finance track menteri-menteri keuangan dan gubernur bank sentral yang ketiga di Bali pada situasi dunia yang sedang tidak mudah, makin menantang,” ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani yang turut mendampingi Presiden dalam pertemuan tersebut.

Baca Juga: Dewan Pers Berpendapat Bahwa RUU KUHP Sangat Mengancam Kebebasan Pers

Menurut Sri Mulyani, tantangan yang disampaikan tersebut antara lain adanya perang yang masih berjalan menimbulkan harga komoditas seperti pangan dan energi menjadi naik. Kenaikan harga di dua komoditas tersebut yang kemudian memacu inflasi di berbagai negara.

“Kenaikan harga komoditas seperti pangan dan energi dan ini menyebabkan inflasi di banyak negara meningkat secara tinggi, sehingga ini menjadi ancaman yang sangat nyata bagi banyak-banyak negara yang sekarang menghadapi krisis pangan dan krisis energi,” imbuhnya.

Untuk itu, Sri menambahkan, peranan Indonesia sebagai pemegang presidensi G20 dalam Pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral menjadi sangat penting. Hal tersebut karena dalam pertemuan dibahas mengenai bagaimana menyinkronkan kebijakan fiskal dan moneter.

“Dalam menangani seperti krisis pangan, langkah-langkah apa yang bisa dilakukan agar bisa menurunkan risiko dari perekonomian global yang sekarang ini meningkat sangat tinggi,” lanjutnya.

Baca Juga: Pengunduran Diri Presiden Sri Lanka Diterima Ketua Parlemen Sri Lanka

Untuk G20 sendiri, berbagai hasil dari pembahasan dalam berbagai pertemuan akan menjadi bahan untuk nanti disampaikan pada KTT G20 November mendatang. Misalnya, untuk masalah kesehatan adanya pembentukan dana kesehatan multilateral untuk penanganan pandemi di masa depan, terutama dalam hal memperkuat kolaborasi antara keuangan dan kesehatan.

Halaman:

Editor: LBH

Sumber: presidenri.go.id

Terkini

Indonesia Tetap Menjadi Tujuan Investasi Dunia

Selasa, 4 Oktober 2022 | 14:00 WIB

Presiden Akan Mengecek Penyebab Turunnya Harga Kopra

Kamis, 29 September 2022 | 11:00 WIB

Presiden Joko Widodo Melarang Eksport Aspal Dari Buton

Rabu, 28 September 2022 | 15:00 WIB

Bawaslu Bertemu Dengan Presiden Joko Widodo

Jumat, 23 September 2022 | 13:00 WIB

Agenda Kerja Presiden Joko Widodo di Papua

Rabu, 31 Agustus 2022 | 15:00 WIB
X