• Selasa, 29 November 2022

Presiden Joko Widodo Mengungkapkan Ekonomi Digital Tumbuh Pesat

LBH
- Selasa, 27 September 2022 | 13:15 WIB
Ekonomi Digital di Indonesia Tertinggi di Asia Tenggara (YouTube Sekretariat Presiden)
Ekonomi Digital di Indonesia Tertinggi di Asia Tenggara (YouTube Sekretariat Presiden)

Beritasenator.com. Presiden Joko Widodo menilai bahwa Indonesia memiliki banyak peluang dan kesempatan dalam meningkatkan pengembangan perusahaan rintisan (startup). Menurutnya, hal tersebut antara lain bisa dilihat dari ekonomi digital Indonesia yang tumbuh pesat hingga berkali-kali lipat.

“Ekonomi digital kita tumbuh pesat dan tertinggi di Asia Tenggara, melompat delapan kali lipat dari (tahun) 2020 kira-kira Rp632 triliun melompat menjadi Rp4.531 triliun nanti di (tahun) 2030. Artinya, peluangnya besar sekali,” ucap Presiden dalam sambutannya dalam acara Peresmian Pembukaan BUMN Startup Day Tahun 2022, pada hari Senin, 26 September 2022, di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten.

Baca Juga: Wakapolri Mengimbau Masyarakat Untuk Melaksanakan Booster Vaksin Covid-19

Selain itu, Kepala Negara menyebut, Indonesia juga memiliki potensi lain yakni jumlah pengguna internet yang besar yang mencapai 77 persen dari total penduduk Indonesia dengan penggunaan rata-rata 8 jam 36 menit setiap harinya. Tak hanya itu, Indonesia juga merupakan negara dengan perusahaan rintisan tertinggi keenam di dunia.

“Pertama memang Amerika, India, UK (United Kingdom/Britania Raya), Kanada, Australia, Indonesia, nomor enam. Ini juga sebuah potensi yang besar yang harus kita kembangkan,” sambung Presiden.

Baca Juga: Wapres RI Mewakili Indonesia Menghadiri Pemakaman Mantan Perdana Jepang Shinzo Abe

Meskipun demikian, Presiden Jokowi menyebut bahwa masih banyak bidang yang ke depan perlu diatasi dengan teknologi, di antaranya yakni dalam bidang pangan, kesehatan, dan UMKM. Presiden menilai hal tersebut merupakan peluang pengembangan perusahaan rintisan di Indonesia.

“Dari kategori yang saya lihat, memang yang paling besar masih di fintech, 23 persen. Kemudian retail ada 14 persen. Padahal tadi kalau lihat, urusan masalah krisis pangan, urusan pangan ke depan ini akan menjadi persoalan besar yang harus dipecahkan oleh teknologi,” tandasnya.

Baca Juga: Unit Tipider Satreskrim Polres Lampung Berhasil Menggagalkan Ilegal Fishing Benih Lobster

Presiden juga menekankan, pembentukan perusahaan rintisan perlu melihat kebutuhan pasar yang ada. Selain itu, perusahaan rintisan juga perlu didukung oleh ekosistem yang berkesinambungan agar dapat berhasil masuk ke pasar dan peluang yang ada.

Halaman:

Editor: LBH

Sumber: presidenri.go.id

Tags

Terkini

Indonesia Menerima Estafet Ketua ASEAN Dari Kamboja

Senin, 14 November 2022 | 09:20 WIB

Bung Karno Adalah Pahlawan Nasional

Selasa, 8 November 2022 | 15:46 WIB
X