• Selasa, 29 November 2022

Presiden RI Joko Widodo Meminta APBN dan APBD Digunakan Untuk Membeli Produk Dalam Negeri

LBH
- Jumat, 30 September 2022 | 14:08 WIB
Presiden Joko Widodo meninjau UKM Mart di Kelurahan Sofifi, Kota Tidore Kepulauan, pada Rabu siang, 28 September 2022. Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev
Presiden Joko Widodo meninjau UKM Mart di Kelurahan Sofifi, Kota Tidore Kepulauan, pada Rabu siang, 28 September 2022. Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev

Beritasenator.com. Presiden Joko Widodo memberikan pengarahan kepada seluruh menteri, kepala lembaga, kepala daerah, pimpinan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), panglima daerah militer, kepala kepolisian daerah, dan kepala kejaksaan tinggi di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, pada Kamis, 29 September 2022. Dalam arahannya, Presiden mengajak semua pihak untuk kompak dan bersatu dalam menangani inflasi karena saat ini inflasi merupakan momok setiap negara.

“Kita harus kompak, harus bersatu dari pusat, provinsi, kabupaten/kota, sampai ke bawah, dan semua kementerian/lembaga seperti saat kita kemarin menangani Covid. Kalau Covid kita bisa bersama-sama, urusan inflasi ini kita juga harus bersama-sama,” ujar Presiden.

Baca Juga: Presiden Joko Widodo Memberikan Bantuan Modal Kerja Kepada Pedagang PKL di Baubau

Menurut Presiden, jika di negara lain inflasi merupakan urusannya bank sentral, maka di Indonesia inflasi merupakan tanggung jawab bersama. Presiden sendiri merasa senang karena otoritas fiskal dan moneter, yakni Bank Indonesia (BI) dan Kementerian Keuangan, bisa berjalan beriringan dan rukun.

“Tapi yang lebih penting adalah bukan mengerem uang beredarnya, tetapi kita menyelesaikan di ujungnya, yaitu kenaikan barang dan jasa yang itu menjadi tanggung jawab kita semuanya,” imbuhnya.

Baca Juga: Kombes Ade Ary Ditunjuk Memimpin Polres Metro Jakarta Selatan

Kepala Negara melanjutkan, saat ini yang paling penting untuk diantisipasi adalah kenaikan harga bahan pangan dan bahan makanan karena merupakan kontributor terbesar inflasi hingga Agustus ini. Menurutnya, kenaikan harga sejumlah komoditas seperti cabai merah dikarenakan suplainya yang kurang. Untuk itu, Presiden mendorong semua kepala daerah untuk mengajak petani menanam komoditas tersebut.

“Tugas Saudara-Saudara, bagaimana mengajak para petani untuk menanam ini, kalau di daerah Bapak, Ibu, dan Saudara-Saudara sekalian harganya tinggi pasokan cabai,” ungkapnya.

Baca Juga: Joko Widodo Menerima Gelar Kehormatan Adat Kesultanan Buton

Cara lainnya adalah dengan menggunakan dana transfer umum dan belanja tidak terduga dari Anggaran Penerimaan dan Belanja Daerah (APBD) untuk menutup ongkos transportasi dari tempat produksi menuju pasar. Presiden memberikan contoh, jika telur banyak di Bogor, Blitar, dan Purwodadi, maka pedagang di Palembang yang harga telurnya naik didorong untuk membelinya dari tiga daerah tadi.

Halaman:

Editor: LBH

Sumber: Presidenri.go.id

Terkini

Indonesia Menerima Estafet Ketua ASEAN Dari Kamboja

Senin, 14 November 2022 | 09:20 WIB

Bung Karno Adalah Pahlawan Nasional

Selasa, 8 November 2022 | 15:46 WIB
X