• Minggu, 5 Februari 2023

Indonesia Mendorong Kerjasama ASEAN dan RTT Dalam Ketahanan Pangan

LBH
- Sabtu, 12 November 2022 | 13:17 WIB
KTT ASEAN – Republik Rakyat Tiongkok (RRT) ke-25, di Hotel Sokha, Phnom Penh, Jumat, 11 November 2022, (Biro pers Setpres)
KTT ASEAN – Republik Rakyat Tiongkok (RRT) ke-25, di Hotel Sokha, Phnom Penh, Jumat, 11 November 2022, (Biro pers Setpres)

Beritasenator.com. Saat menyampaikan pengantarnya pada KTT ASEAN – Republik Rakyat Tiongkok (RRT) ke-25, di Hotel Sokha, Phnom Penh, Jumat, 11 November 2022, Presiden Joko Widodo mendorong ASEAN dan RRT sebagai mitra komprehensif strategis memastikan krisis global yang tengah terjadi saat ini tidak menjalar di kawasan.

Baca Juga: Menpora Mengadakan Rakor Di Solo Untuk Persiapan ASEAN Para Games 2022
 
“Hal pertama yang harus kita tangani adalah ketahanan pangan. Dengan lebih dari 2 miliar penduduk, menjamin ketersediaan dan keterjangkauan pangan merupakan tugas berat bagi ASEAN dan RRT. Ketahanan pangan kawasan harus menjadi prioritas utama,” ucap Presiden.
 
Dalam KTT yang dihadiri pemimpin ASEAN dan Perdana Menteri (Premier) RRT Li Keqiang, Presiden Jokowi mengatakan, kawasan masih rentan terhadap supply shocks produk pangan. ASEAN sendiri mengeluarkan 61 miliar dolar AS untuk impor pangan, dan merupakan salah satu konsumen terbesar gandum dan kedelai dunia.

Baca Juga: Pemda Jateng 4 Kali Berturut-Turut Meraih Prestasi Pengelolaan Pupuk Bersubsidi
 
“Saya melihat RRT memiliki kapasitas besar perkuat strategi ketahanan pangan. Kita harus bekerja amankan rantai pasok dan stabilisasi harga pangan RRT memiliki kapasitas besar perkuat strategi ketahanan pangan. Kita harus bekerja amankan rantai pasok dan stabilisasi harga panga. Saya berharap ASEAN – RRT dapat berkolaborasi dalam memastikan buffer cadangan pangan dan mekanisme daurat pangan kawasan, mengembangkan produksi pangan di kawasan, dan investasi pada inovasi pertanian,” ujar Presiden Jokowi.
 
Hal kedua menurut Presiden Jokowi adalah stabilisasi finansial kawasan. Presiden menambahkan, ancaman resesi merupakan tantangan besar bersama dan di tengah situasi sulit seperti saat ini justru kerja sama harus makin erat.



“Koordinasi kebijakan menjadi penting, melalui sinergi kebijakan kita dapat memastikan langkah yang paling efektif cegah resesi serta memperoleh early warning dan dukungan likuiditas,” kata Presiden.

Baca Juga: Joko Widodo Bertemu PM Singapura Membahas G20 dan Isu Myanmar
 
Terakhir, Presiden Jokowi juga mendorong perdamaian dan stabilitas kawasan harus dijaga dan konflik tidak boleh terjadi. Sebagai negara besar di kawasan, RRT punya tanggung jawab untuk ciptakan situasi kondusif. Hal tersebut, menurut Presiden hanya bisa dicapai dengan membangun strategic trust dan penghormatan terhadap hukum internasional, termasuk UNCLOS 1982.
 
“Kedua hal ini harus menjadi pegangan kita, dalam mengelola rivalitas di kawasan dan menyelesaikan isu Laut China Selatan. Jika ini dapat kita bangun, maka kita dapat mewujudkan kawasan Indo-Pasifik sebagai epicentrum of growth,” pungkas Presiden.

Baca Juga: Menko Marves Luhut B Panjaitan Kesiapan Keamanan KTT G20 Sudah 100 Persen
 
Turut hadir mendampingi Presiden Jokowi dalam KTT ASEAN–RRT ke-25 yaitu Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, dan Menteri Sekretaris Negara Pratikno.

Presiden Jokowi didampingi Menlu Retno Marsudi memberikan keterangan pers kepada awak media di sela penyelenggaraan KTT ASEAN Kamboja, Jumat (11/11/2022) (setkab.go.id)

Editor: LBH

Sumber: Presidenri.go.id

Terkini

Bendungan Sadawarna Diresmikan Presiden Joko Widodo

Rabu, 28 Desember 2022 | 17:50 WIB
X