Zaman Emas Sastra Lokal, Repost Inspiratif Tembus ke Hati

- Rabu, 26 Januari 2022 | 09:07 WIB
Eka Budianta, Sastrawan dan kolumnis
Eka Budianta, Sastrawan dan kolumnis

 

  • Memasuki tahun 2022, pelestarian bahasa dan sastra daerah makin semarak. 

Setiap hari rata-rata 7 sampai 10 postingan lagu dan puisi daerah masuk ke media sosial saya.

Separuh di antaranya berupa renungan spiritual dalam bahasa Jawa dari Jawa Tengah dan Jawa Timur. 

Lainnya: dalam bahasa Sunda, dari Grup WA (WhatsApp) Ngamumule yang diikuti oleh 178 peserta di Jawa Barat, dan dari pencinta Tamil Indonesia berbasis di Medan, Sumatera Utara.

Yang lebih menarik adalah buku-buku berbagai topik dan bahasa. Sebagai hadiah tahun baru, saya mendapat kiriman buku Bahasa Muhan, yang berjudul Walde Nenang Uran Wair. 

Menurut penulisnya,  Agnes Bemoe, bahasa itu digunakan oleh Masyarakat Tana Ai di Talibura, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur.

BACA JUGA: Burung Perkutut Burung Kutilang, Kamu Kentut Enggak Bilang Bilang

Beruntung ada terjemahan bahasa Indonesia di setiap halaman buku itu, dan lukisan ilustrasinya sangat bagus untuk dinikmati.

Penerbitan buku  memang ikut terpacu oleh wabah virus Korona  yang belum selesai.

Halaman:

Editor: Jojo

Terkini

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Membaik

Selasa, 10 Mei 2022 | 17:00 WIB
X