• Kamis, 6 Oktober 2022

Dialog Tokoh Umat Agama Dunia Diadakan di Kazakhstan

LBH
- Kamis, 22 September 2022 | 17:00 WIB
Paus Fransiskus (Foto : Anadolu Agency)
Paus Fransiskus (Foto : Anadolu Agency)

Beritasenator.com. Kazakhstan adalah rumah bagi 18 denominasi agama, menjadikannya salah satu negara paling beragam secara etnis di dunia.

Pada bulan September, ia membuka pintunya untuk dialog antaragama global. Ibukotanya, Astana, menjadi tuan rumah Kongres Pemimpin Dunia dan Agama Tradisional edisi ke-7. Delegasi dari lebih dari 50 negara berkumpul, mendesak perdamaian dan konsolidasi di seluruh dunia.

Baca Juga: Sarlantas Polres Brebes Menyelidiki Penyebab Terbakarnya Ilalang Di Tol Pejagan 

“Upaya para pemimpin dunia, upaya organisasi internasional tidak cukup untuk mengatasi tantangan yang dihadapi umat manusia. Dan suara para pemimpin spiritual yang memiliki otoritas besar di antara penduduk dunia, menyerukan untuk bersama mengatasi semua tantangan. Ini sangat penting,” kata Askar Shakirov, wakil ketua senat Kazakhstan.

Islam, Yudaisme, Kristen, Hindu serta agama-agama dunia lainnya diwakili di Kongres. Tahun ini Paus Fransiskus serta Imam Besar al-Azhar Sheikh Ahmed Al-Tayeb termasuk di antara para tamu terkenal.

 

“Hasil utamanya adalah kami duduk bersama, kami berbicara bersama dan kami memahami bahwa untuk menemukan solusi untuk masalah di dunia bukan dengan berperang, bukan selama perang, tetapi duduk bersama dan berbicara,” David Baruch Lau , kata Kepala Rabi Israel Ashkenazi kepada Euronews.

Salah satu tujuan kongres adalah untuk memperkenalkan kembali bahasa rekonsiliasi dan perdamaian ke dunia yang hancur oleh konflik dan tragedi. Ia juga berusaha untuk menempatkan agama dalam sorotan sebagai alat untuk membantu meredakan konfrontasi. Deklarasi terakhir Kongres menyerukan para pemimpin dunia untuk meninggalkan semua retorika agresif dan destruktif, yang mengarah pada destabilisasi di dunia.

Baca Juga: 15 Anak Geng Motor Diringkus Polresta Pekanbaru Setelah Menganiaya 1 Pemuda

Ia menuntut penghentian konflik dan pertumpahan darah di segala penjuru. Dikatakan bahwa ekstremisme, radikalisme, terorisme dan semua bentuk kekerasan lainnya tidak ada hubungannya dengan agama asli dan harus ditolak. Peserta Kongres menanam pohon di taman Perdamaian dan Harmoni yang baru di ibu kota Kazakhstan.

Halaman:

Editor: LBH

Sumber: Euro News

Terkini

Timnas Argentina Main 35 Pertandingan Tanpa Terkalahkan

Kamis, 29 September 2022 | 17:10 WIB

Dialog Tokoh Umat Agama Dunia Diadakan di Kazakhstan

Kamis, 22 September 2022 | 17:00 WIB

Barcelona Mendapat Suntikan Dana 1,255 Miliar Euro

Selasa, 20 September 2022 | 13:00 WIB

Rekomendasi Ban Tubeless untuk Sepeda Motor Anda

Senin, 19 September 2022 | 19:00 WIB

Erik Ten Hag Senang MU Bisa Menang Melawan Sheriff

Jumat, 16 September 2022 | 12:00 WIB

AC Milan Menaklukan Dinamo Zagreb 3-1 Di San Siro

Kamis, 15 September 2022 | 15:00 WIB

Peti Mati Ratu Elizabeth II Tiba Di Istana Buckingham

Rabu, 14 September 2022 | 16:00 WIB
X