• Minggu, 24 Oktober 2021

The Rise dan The Fall Of Brompton

- Senin, 20 September 2021 | 17:18 WIB


Brompton pernah booming 2 tahun lalu, tapi kini uforia itu sudah berakhir ditandai jatuhnya harga hingga di titik terendah (kini sekitar Rp 35an juta).

Kala itu momentumnya pas.

Pertama, akhir 2019 dengan adanya kasus Dirut Garuda yang 'menyelundupkan' sepeda lipat yang sudah identik dengan gaya hidup kalangan atas tersebut.

Dgn terkuaknya kasus tersebut, tak sedikit masyarakat yang baru tahu kalau harga Brompton selangit, hingga puluhan juta.

Nah, itulah tipikal konsumen Indonesia yang suka gaya-gayaan.

Begitu tersebar luas harga Brompton selangit, maka orang memburunya untuk gaya-gayaan, beli agar bisa ditujuk-tunjukan di IG or TikTok.

Boom pun terjadi dan harga Brampton tambah meroket lagi.

Faktor kedua adalah datangnya pandemi awal 2020. Begitu Covid-19 merebak, maka tren gowes pun melonjak. Produsen sepeda panen, harga meroket, harga Brompton pun kian selangit.

Namun pesta pora uforia sepeda itu kini telah lewat.

Jatuhnya harga Brompton adalah refleksi industri sepeda yang kini memasuki fase 'koreksi' menuju next normal. Yaitu fase kesetimbangan baru seiring berakhirnya uforia.

Halaman:

Editor: Jojo

Tags

Terkini

Apple Berencana Berinvestasi Di Indonesia

Jumat, 22 Oktober 2021 | 12:00 WIB

Antisipasi Kebocoran Data Pribadi

Kamis, 21 Oktober 2021 | 23:16 WIB

Beretika Positif di Dunia Digital

Kamis, 21 Oktober 2021 | 22:35 WIB

Menghadapi Konten Negatif di Medsos

Kamis, 21 Oktober 2021 | 22:26 WIB

Ada 20 Ribu Anak Menjadi Yatim Piatu Karena Covid-19

Kamis, 21 Oktober 2021 | 14:00 WIB

Kebaikan Pasti Dibalas

Rabu, 20 Oktober 2021 | 11:38 WIB

Jangan Lupa Besok, Hari Gendut SeDunia

Selasa, 19 Oktober 2021 | 22:04 WIB

Mona Ratuliu Beri Tips

Senin, 18 Oktober 2021 | 03:43 WIB

Pengetahuan Dasar Berinteraksi di Dalam Ruang Digital

Minggu, 17 Oktober 2021 | 17:00 WIB
X