• Selasa, 7 Desember 2021

Chappy Hakim: Prestasi Nasional Atlet yang Hampa Nasionalisme Elit

- Rabu, 20 Oktober 2021 | 20:20 WIB

Catatan Pinggir Olahraga. Oleh Panglima TNI-AU tahun 2002-2005 yang kini sebagai pengamat, Pusat Studi Air Power Indonesia.

Setelah 19 tahun perjuangan tiada henti, akhirnya Indonesia berhasil dengan sukses merebut kembali Piala Thomas.

Thomas Cup pertama kali diboyong Indonesia pada tahun 1958. Rentang waktu 19 tahun cukup lama bagi sebuah penantian gengsi atau martabat bulu tangkis Indonesia di panggung dunia.

Itu sebabnya keharuan, kebanggaan bercampur dengan kebahagiaan dalam menyaksikan kemenangan 3-0 regu Indonesia atas China terlihat sangat melekat di dada siapa saja dan di mana saja orang Indonesia berada.

Sebuah kerinduan panjang yang terbayar sudah oleh perjuangan pantang menyerah dari tim bulutangkis Indonesia yang sangat membanggakan.

Sayangnya, kebanggaan setinggi gunung diiringi juga dengan kekecewaan mendalam ketika menyaksikan ritual “victory ceremony”.

Upacara penghormatan bagi sang Juara berlangsung di tengah gegap gempitanya lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Yang mendirikan bulu kuduk itu ternyata tidak terlihat Sang Saka Merah Putih, lambang NKRI, berkibar bersama bendera kebangsaan sang runner up dan bendera negara juara ke 3.

Pada titik ini pertanyaan muncul mengapa yang dikibarkan bukan bendera Merah Putih, bukan bendera Sang Saka.

Halaman:

Editor: Jojo

Tags

Terkini

Majalah MATRA edisi cetak Desember 2021

Senin, 6 Desember 2021 | 04:56 WIB

Laporan Pendahuluan Dari Erupsi Gunung Semeru

Minggu, 5 Desember 2021 | 12:30 WIB

Wapres RI KH Ma'ruf Amin Pentingnya Penguatan Ekonomi

Sabtu, 4 Desember 2021 | 10:00 WIB

Singapura Akan Mendukung Kebijakan Indonesia di G20

Kamis, 2 Desember 2021 | 13:00 WIB

BPJS Kesehatan Meraih Penghargaan Korpri Award

Rabu, 1 Desember 2021 | 12:00 WIB
X