• Selasa, 7 Desember 2021

Catatan Pinggir Pengamat Kebijakan Publik Atas Akal-Akalan Maskapai Garuda

- Rabu, 24 November 2021 | 21:23 WIB

Beritasenator.com -- Bachrul Hakim, Penulis adalah pengamat kebijakan publik mengomentari kisruh BUMN Garuda.

Catatannya adalah sebagai berikut, di tahun 1994. Garuda mohon ijin untuk beli 6 pesawat jarak-jauh Airbus A340.

Alih-alih disetujui atau ditolak, Garuda malah “diarahkan” untuk membeli 9 pesawat jarak-menengah Airbus A330-300.

Mesin pesawat juga diatur untuk tidak memakai mesin lain, selain Rolls Royce Trent-700.

Harga pesawat ditetapkan USD 241 juta per pesawat, padahal harga pasar diluaran, konon hanya USD 135 juta/unit.

Pada 1997 Garuda merugi sebesar USD 1.6 miliar, setara Rp 23.2 triliun.

Di sini terlihat jelas, bagaimana tidak berdayanya Manajemen Garuda menghadapi intervensi pihak luar yang berlindung dibalik “tangan-tangan” Penguasa.

"Mereka-mereka" ini bisa menyingkirkan pihak-pihak yang menghalang-halangi konspirasi jahat ini. Contohnya, pencopotan 2 Dirut pada 1992 dan 1995, dan 1 Dirtek pada 2007.

Dengan rapih, mereka melibatkan “perwakilan” Airbus Industrie dan Rolls Royce untuk menyusun “menu” produk yang akan disodorkan ke Garuda, melalui “tangan-tangan” Penguasa.

Halaman:

Editor: Jojo

Terkini

Majalah MATRA edisi cetak Desember 2021

Senin, 6 Desember 2021 | 04:56 WIB

Laporan Pendahuluan Dari Erupsi Gunung Semeru

Minggu, 5 Desember 2021 | 12:30 WIB

Wapres RI KH Ma'ruf Amin Pentingnya Penguatan Ekonomi

Sabtu, 4 Desember 2021 | 10:00 WIB

Singapura Akan Mendukung Kebijakan Indonesia di G20

Kamis, 2 Desember 2021 | 13:00 WIB

BPJS Kesehatan Meraih Penghargaan Korpri Award

Rabu, 1 Desember 2021 | 12:00 WIB
X