• Minggu, 24 Oktober 2021

Hai Mahasiswa Ikutilah Program Pejuang Muda Dari Kemensos RI Dapat Uang Transport dan Operasional Lo

LBH
- Selasa, 21 September 2021 | 07:25 WIB
Pentingkah IPK Untuk Seorang Mahasiswa dan Seorang Sarjana (Pixabay)
Pentingkah IPK Untuk Seorang Mahasiswa dan Seorang Sarjana (Pixabay)

Beritasenator.com. Kementerian Sosial bersama Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Tekhnologi (Kemdikbudristek) membuat program yang diberi nama Program Pejuang Muda. Tujuannya adalah percepatan pengentasan kemiskinan. Program Pejuang Muda baru diluncurkan hari Jumat, 17 September lalu.

"Program ini nantinya memiliki fokus social entrepreneurship (kewirausahaan sosial). Mahasiswa diberikan kesempatan mencari pengalaman di lapangan secara langsung ke daerah prioritas yaitu daerah pascabencana, daerah kantong-kantong kemiskinan, daerah Komunitas Adat Terpencil (KAT) di seluruh nusantara," kata Mensos.

 

Program Pejuang Muda merupakan laboratorium sosial bagi para mahasiswa diharapkan dapat mengaplikasikan ilmu dan pengetahuannya untuk memberi dampak sosial secara konkret. Melalui program setara 20 Satuan Kredit Semester (SKS) ini, mahasiswa akan ditantang untuk belajar dari warga sekaligus berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah, pemuka masayarakat, tokoh agama setempat serta seluruh stakeholder penggerak sosial di daerah.

 

Mahasiswa diharapkan menjadi agen perubahan sosial, melalui kegiatan pemetaan masalah, identifikasi alternatif solusi, formulasi solusi terbaik, perencanaan sumber daya dan capaian, pengerahan peran serta elemen masyarakat, implementasi dan pelaporan serta pengukuran dampak.

 

"Mahasiswa juga bisa mengikuti kategori program sesuai jurusan atau isu yang menarik baginya antara lain isu Pengembangan Program Bantuan Sosial, Pemberdayaan Fakir Miskin dan Lansia, Pola Hidup Sehat dan Kesehatan Lingkungan, dan Fasilitas untuk Kepentingan Umum," kata Mensos.

 

Aktivitas gabungan dapat dilakukan melalui dua bentuk yakni offline dan online. Aktivitas offline yakni mahasiswa turun langsung ke lapangan dengan terlibat aktif dalam yayasan, panti atau balai sosial di daerah. Sedangkan aktivitas online dilakukan mahasiswa agar lebih inklusif sehingga menjadi jembatan bagi daerah dan publik luas yang tergerak membantu.

Halaman:

Editor: LBH

Sumber: kemensos.go.id

Tags

Terkini

Unsur Berinteraksi dalam Ruang Digital

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 07:20 WIB

Tips Cegah Anak Terpapar Konten Pornografi

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 07:06 WIB

Aturan Netiket dalam Berinternet

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 06:59 WIB

Melindungi Anak di Ruang Digital

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 05:49 WIB

Konten Positif dan Dampak yang Diperoleh

Jumat, 22 Oktober 2021 | 10:42 WIB

Keseharian Masyarakat Sudah Beralih ke Digital

Kamis, 21 Oktober 2021 | 23:31 WIB

Ajaran Keamanan Digital pada Anak

Kamis, 21 Oktober 2021 | 23:11 WIB

Menjadi Terampil secara Digital

Kamis, 21 Oktober 2021 | 23:06 WIB

Fitur Keamanan Aplikasi di Medsos

Kamis, 21 Oktober 2021 | 07:50 WIB

Dampak Bahaya Lanjutan Kejahatan Siber

Rabu, 20 Oktober 2021 | 16:26 WIB

Thinking Sebelum Posting

Rabu, 20 Oktober 2021 | 10:30 WIB

Memahami Perilaku Etika dan Etiket

Rabu, 20 Oktober 2021 | 09:21 WIB

Ini Risiko Data Pribadi Bocor dan Dicuri

Senin, 18 Oktober 2021 | 07:45 WIB

Menggunakan Media Sosial secara Positif

Senin, 18 Oktober 2021 | 06:30 WIB

Menghargai Keberadaan Orang Lain di Ruang Digital

Senin, 18 Oktober 2021 | 06:05 WIB

Aturan Bermedia Sosial yang Produktif dan Positif

Senin, 18 Oktober 2021 | 03:25 WIB

Menghindari Terpapar Bahaya Hoaks

Senin, 18 Oktober 2021 | 03:05 WIB
X