• Selasa, 7 Desember 2021

Indonesia Masih Berkutat Dimasalah Gizi Dimasyarakat

LBH
- Rabu, 24 November 2021 | 13:00 WIB
Ilustrasi makanan bergizi (istimewa)
Ilustrasi makanan bergizi (istimewa)

Beritasenator.com. Pemerintah sangat berkomitmen dalam meningkatkan kualitas daya saing sumber daya manusia (SDM). Hal itu dibuktikan dengan adanya peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dari tahun 2018 sebesar 71,39% menjadi 71,94% pada tahun 2020.

Baca Juga: Menteri Kesehatan Jerman Mengatakan Divaksin atau Akan Meninggal Karena CovidBaca Juga: Menteri Kesehatan Jerman Mengatakan Divaksin atau Akan Meninggal Karena Covid

Akan tetapi, masih banyak permasalahan terkait pembangunan manusia yang perlu diselesaikan terutama dalam peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Berdasarkan Global Nutrition Report (GNR) tahun 2020 menunjukkan Indonesia mengalami triple burden masalah gizi, yaitu gizi mikro, makro, dan gizi lebih.

Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Kesehatan dan Pembangunan Kependudukan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Agus Suprapto menyatakan bahwa untuk mengatasi masalah gizi di Indonesia perlu komitmen berkelanjutan.

Baca Juga: Duka Cita Mendalam Menpora Zainudin Amali Atas Minggalnya Legenda Bulu Tangkis Verawati Fadjrin

“Masalah gizi ini perlu komitmen yang tinggi dan terus menerus dari semua pihak. Diantaranya, yaitu untuk menurunkan angka stunting hingga 14% di tahun 2024 sesuai target yang ditetapkan Presiden,” ujarnya saat mewakili Menko PMK pada puncak acara Scaling Up Nutrition (SUN) Annual Meeting 2021 secara daring, Selasa (23/11).

Permasalahan utama terkait gizi di Indonesia, antara lain yaitu masih rendahnya capaian determinan gizi seperti anemia pada wanita usia subur dan ibu hamil. Sedangkan stunting, menurut Agus, harus memperhatikan kejadian balita wasting dan kekurangan energi kronik (KEK) pada ibu hamil serta anemia pada remaja.

Baca Juga: Investasi Sangat Penting Bagi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Kondisi tersebut akan sangat mempengaruhi sejumlah SDM dalam menghadapi revolusi industri 4.0. Pada masa itu, SDM dituntut memiliki kualitas yang mampu beradaptasi dengan perkembangan industri yang serba digital atau robot.

Halaman:

Editor: LBH

Sumber: Kemenko PMK

Tags

Terkini

Singapura Memuji Penanganan Covid-19 di Indonesia

Kamis, 2 Desember 2021 | 15:00 WIB

Manfaat Madu Untuk Anjing

Senin, 29 November 2021 | 13:02 WIB

Indonesia Masih Berkutat Dimasalah Gizi Dimasyarakat

Rabu, 24 November 2021 | 13:00 WIB

Indonesia Harus Punya Ketahanan Indsutri Farmasi

Rabu, 10 November 2021 | 14:00 WIB

Test PCR, GSI, dan Keterkaitan Pak Luhut

Senin, 8 November 2021 | 08:55 WIB
X