• Kamis, 27 Januari 2022

Pemerintah Mengejar Target Imunisasi Yang Belum Merata di Daerah

LBH
- Rabu, 1 Desember 2021 | 10:00 WIB
Ilustrasi imunisasi pada balita (hallosehat.com)
Ilustrasi imunisasi pada balita (hallosehat.com)

Beritasenator.com. Capaian imunisasi rutin mengalami penurunan sejak tahun 2020. Plt Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kementerian Kesehatan RI dr. Maxi Rein Rondonuwu mendorong terus pemerintah daerah khususnya dinas kesehatan untuk mengejar target cakupan imunisasi 79,1%.

Baca Juga: Predikasi Bill Gates Tahun Covid-19 Akan Sama Dengan Penyakit Flue Biasa

Berdasarkan laporan data imunisasi rutin bulan Oktober 2021, cakupan imunisasi dasar lengkap baru mencapai 58,4% dari target 79,1%. Banten baru mendekati target cakupan imunisasi dasar lengkap yakni 78,8%.

Sementara itu ada sejumlah daerah lain yang cakupan imunisasi dasar lengkapnya di atas 60% antara lain Sulawesi Selatan, Bengkulu, Sumatera Utara, Bali, Gorontalo, Lampung, Bangka Belitung, Jawa Timur, Jambi.

Baca Juga: Varian Baru Covid-19 Ditemukan Di Afrika Selatan 2 Kali Lebih Menular 

''Ini mestinya jadi pembelajaran bagi provinsi lain. Cakupan imunisasi yang rendah dan tidak merata dapat menyebabkan timbulnya akumulasi populasi rentan yang tidak kebal terhadap penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I),'' kata Dirjen Maxi pada temu media Imunisasi Dasar Lengkap secara virtual, Selasa (30/11) di gedung Kemenkes, Jakarta.

Jenis PD3I yang ada di Indonesia berupa BCG, polio, difteri, pertusis, tetanus, hepatitis, campak, dan rubela. Dirjen Maxi mengungkapkan saat ini sudah terjadi peningkatan kasus PD3I di beberapa daerah dan berpotensi menimbulkan KLB, yakni difteri di Kalimantan Barat, dan Konawe Sulawesi Tenggara.

Baca Juga: Eropa Menghadapi Ancaman 700,000 Kematian di Maret 2022 Akibat Covid-19 

Kasus difteri sampai minggu ke-45 ada 130 kasus yang terdeteksi secara klinis. Sementara difteri yang terdeteksi positif secara Lab ada 23 kasus. Kasus paling banyak ada di Kalimantan Barat terutama Sintang dan Singkawang.

Kemudian untuk campak dan rubella sudah ada di beberapa daerah seperti Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Maluku Utara, dan Papua.

Halaman:

Editor: LBH

Sumber: Humas Kemenkes

Tags

Terkini

2 Orang Meninggal Karena Varian Omicron

Minggu, 23 Januari 2022 | 09:30 WIB

Indonesia Harus Bisa Membuat Ketahanan Kesehatan

Jumat, 21 Januari 2022 | 12:00 WIB

Terinfeksi Varian Omicron Mirip Seperti Pilek Biasa?

Selasa, 18 Januari 2022 | 06:22 WIB

Persiapan Vaksin Anak dan 'Booster'

Minggu, 9 Januari 2022 | 09:00 WIB

Kasus Omicron di Indonesia Mencapai 46 Kasus

Selasa, 28 Desember 2021 | 09:00 WIB

Sebaiknya Ditunda Perjalanan Jarak Jauh

Jumat, 17 Desember 2021 | 10:00 WIB
X