• Minggu, 14 Agustus 2022

Sirih Merah dan Manfaatnya

- Senin, 13 Juni 2022 | 12:37 WIB

Bahan Baku Biofarmaka yang Belum Dilirik Para Peneliti dan Pelaku Usaha

Sirih Merah gampang dibudidayakan dan dapat dimanfaatkan untuk menyembuhkan berbagai penyakit.

Sayang, hal ini masih sebatas pengalaman yang disebarkan secara lisan dan turun temurun. Bahkan, penelitian terhadap tanaman ini—dalam pengembangannya sebagai bahan baku biofarmaka—masih belum banyak dilakukan

 Sirih Merah (Latin: piper ornatum, red.) mempunyai penampakan yang sangat jelas berbeda dengan Sirih Hijau. Sebab, ia memiliki daun berwarna merah keperakan. Bila daun itu disobek, akan mengeluarkan lendir. Selain itu, aromanya lebih wangi.

Lantaran permukaan daunnya merah keperakan dan mengkilap itulah, pada tahun 1990-an, Sirih Merah dijadikan tanaman hias oleh para hobiis. Padahal, sejak zaman nenek moyang kita, tanaman yang termasuk dalamkeluarga piperaceae itu lebih dikenal sebagai tanaman obat.

Sebab, dalam Daun Sirih Merah terkandung senyawa fitokimia yakni alkaloid, saponin, tanin, dan flavonoid. Secara empiris, daun ini dapat digunakan untuk menyembuhkan diabetes mellitus, hepatitis, batu ginjal, menurunkan kolesterol, mencegah stroke, asam urat, hipertensi, radang liver, radang prostat, radang mata, keputihan, maag, kelelahan, nyeri sendi, dan memperhalus kulit. Dalam penggunaannya bisa dalam bentuk segar, simplisia, teh, serbuk, maupun ekstrak kapsul.

Melalui hasil uji praklinis pada tikus, diketahui bahwa Sirih Merah aman dikonsumsi dan tidak bersifat toksik. Karena itu pula, banyak digunakan di klinik herbal sebagai ramuan atau terapi bagi penderita yang tidak dapat disembuhkan dengan obat kimia.

Di samping itu, Sirih Merah juga memiliki nilai spiritual yang tinggi di mana sudah sejak dulu, tanaman ini telah digunakan oleh Masyarakat Jawa sebagai bagian dari acara adat ngadi saliro.

Di sini, air rebusannya yang mengandung antiseptik itu, digunakan untuk menjaga kesehatan rongga mulut dan menyembuhkan keputihan, serta bau tak sedap.

Dengan keunggulannya sebagai antiseptik dan antimikroba, tidak mengherankan jika kemudian banyak orang ingin membudidayakannya.

Halaman:

Editor: Jojo

Terkini

Kini Air Hujan Sudah Tidak Layak Diminum

Sabtu, 6 Agustus 2022 | 17:00 WIB

Presiden AS Joe Biden Positif Terkena Covid-10

Jumat, 22 Juli 2022 | 13:00 WIB

139 Jemaah Haji Sakit Indonesia di Safari Wukufkan

Minggu, 10 Juli 2022 | 11:00 WIB

Jakarta Statusnya Menjadi PPKM Level 2

Rabu, 6 Juli 2022 | 11:00 WIB
X