• Kamis, 6 Oktober 2022

Penerapan Vaksin Booster Untuk Mobilitas Masyarakat

LBH
- Kamis, 7 Juli 2022 | 16:00 WIB
Dua minggu lagi Pemerintah akan menerapkan kebijakan terkait vaksin booster (Alodokter)
Dua minggu lagi Pemerintah akan menerapkan kebijakan terkait vaksin booster (Alodokter)

Beritasenator.com. Koordinator PPKM Jawa-Bali Luhut B. Pandjaitan menyampaikan bahwa pemberlakuan vaksin booster sebagai syarat mobilitas masyarakat baru akan diterapkan paling lama dua minggu lagi. Hal ini didasarkan pada hasil Rapat Terbatas Kabinet yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo. Kebijakan baru ini akan diatur melalui peraturan Satgas dan peraturan turunan lainnya.

“Pemerintah akan kembali menerapkan kebijakan insentif dan disinsentif dengan kembali mengubah dan memberlakukan persyaratan vaksinasi booster sebagai syarat mobilitas masyarakat ke area publik. Selain itu, pemerintah juga akan kembali menerapkan persyaratan vaksinasi booster sebagai syarat perjalanan baik udara, darat, maupun laut, yang akan dilakukan maksimal dua minggu lagi,” ujar Menko Luhut.

Baca Juga: Manchester City Akhirnya Mendapatkan Kalvin Phillips 

Seperti diketahui, berdasarkan data dari berbagai sumber ditemukan bahwa peningkatan kasus Covid-19 di beberapa negara terjadi begitu signifikan, seperti di Prancis, Italia, dan Jerman. Kenaikan signifikan juga terjadi di negara tetangga, Singapura. Kabar baiknya, Indonesia menempati posisi terendah pada kasus harian terhadap populasi, jika dibandingkan beberapa negara tetangga lainnya.

Penerapan kebijakan baru tersebut dilatarbelakangi oleh capaian vaksinasi booster yang masih rendah. Berdasarkan data Peduli Lindungi, dari rata-rata orang masuk mall perhari sebesar 1,9 juta orang, hanya 24,6 persen yang sudah booster. Di tengah peningkatan kasus yang terjadi, hal ini tentu sangat mengkhawatirkan, mengingat antibodi masyarakat akan semakin berkurang.

 

“Untuk mendorong vaksinasi booster, syarat perjalanan dan masuk tempat umum seperti mall dan perkantoran, akan diubah jadi vaksinasi booster. Sentra vaksinasi di berbagai tempat, seperti bandara, stasiun kereta, terminal, dan pusat perbelanjaan juga akan diaktifkan kembali untuk memudahkan masyarakat mengakses vaksinasi,” ungkap Menko Luhut.

Baca Juga: Pelaku Penembakan Parade Kemerdekaan AS 4 Juli Berusia 21 Tahun 

Menko Luhut menambahkan, pemerintah juga telah meminta kepada TNI, Polri, serta Pemerintah Daerah untuk kembali mendorong kebijakan vaksinasi dan juga tracing. Hal ini dilakukan untuk mencegah kenaikan kasus secara meluas ke depannya sekaligus mempersiapkan langkah-langkah mitigasinya.

“Pemerintah hingga hari ini masih dan akan terus memberlakukan aturan PPKM Jawa-Bali hingga waktu yang masih belum ditentukan. Semua akan mengikuti hasil evaluasi yang dipimpin langsung oleh Presiden secara berkala,” tegasnya.

Halaman:

Editor: LBH

Sumber: Kemenko Marves

Tags

Terkini

RSUP Dr.M Jamil Padang di Perluas Bangunannya

Senin, 3 Oktober 2022 | 11:13 WIB

Herbal Harum Maluku 52 Ikut Pameran di G20 Bali

Sabtu, 27 Agustus 2022 | 21:20 WIB

Kini Air Hujan Sudah Tidak Layak Diminum

Sabtu, 6 Agustus 2022 | 17:00 WIB

Presiden AS Joe Biden Positif Terkena Covid-10

Jumat, 22 Juli 2022 | 13:00 WIB
X