Menko Polhukam Mahfud MD Bereaksi Atas Usaha Keadilan Restorative

LBH
- Minggu, 19 Maret 2023 | 13:44 WIB
Mahfud MD siap datangi DPR untuk jelaskan temuan transaksi janggal. (Instagram/ @mohmahfudmd)
Mahfud MD siap datangi DPR untuk jelaskan temuan transaksi janggal. (Instagram/ @mohmahfudmd)

Beritasenator.com. Kasus penganiayaan Mario Dandy, anak dari Rafael Alun Trisambodo kepada David Ozora menimbulkan reaksi keras Mahfud MD setelah mendengar adanya usaha damai dengan alasa keadilan restirative.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyatakan bahwa perkara yang menjerat Mario Dandy, anak dari mantan pejabat Ditjen Pajak Rafeal Alun Trisambodo tidak bisa diselesaikan melalui restorative justice atau keadilan restoratif.

Baca Juga: WHO Menyatakan Covid-19 Saat Ini Sudah Seperti Sakit Flue Biasa

Mahfud MD menyampaikan hal tersebut untuk menanggapi sebuah pemberitaan dari salah satu media nasional melalui akun Twitter miliknya. “Dunia hukum tahu bahwa tidak setiap tindak pidana bisa pakai Restorative Justice (RJ) loh,” kata Mahfud, dikutip Sabtu (18/3/2023).

“Pasal yang dipakai untuk mengancam Mario itu termasuk tindak berat, tidak bisa pakai mekanisme RJ,” kata Mahfud lagi.



Berdasarkan perkembangan penyidikan, Mario Dandy kini dijerat Pasal 355 Ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) subsider Pasal 354 Ayat (1) KUHP lebih subsider Pasal 353 Ayat (2) KUHP lebih subsider Pasal 351 Ayat (2) KUHP dan atau Pasal 76c juncto Pasal 80 Undang-Undang Perlindungan Anak.

Baca Juga: Presiden Mengecek Harga Sembako Di Pasar Rakyaat Tabalong Provinsi Kalimantan Selatan

Ia terancam ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara. Sebelumnya, Kepala Seksi Penerangan dan Hukum Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta Ade Sofyan mengatakan, tawaran restorative justice pelaku penganiayaan D (17) hanya terbuka terhadap pelaku AG (15). 

AG mendapat peluang untuk bisa lolos dari jerat pidana karena statusnya yang masih di bawah umur.

Potret Mario Dandy dengan mobil Rubicon-nya
Potret Mario Dandy dengan mobil Rubicon-nya (Twitter/ rahulmaani)

"Statement Kajati DKI Jakarta memberikan peluang untuk menawarkan memberikan diversi kepada anak AG yang berkonflik dengan hukum semata-mata hanya mempertimbangkan masa depan anak sebagaimana diatur dalam UU Perlindungan Anak," kata Ade Sofyan dalam keterangan tertulisnya, Jumat (17/3/2023). 

Baca Juga: Presiden Joko Widodo Menghadiri Istigasah Rabithah Melayu-Banjar

Kejaksaan juga mengaku mempertimbangkan soal peran AG yang tidak secara langsung melakukan kekerasan terhadap korban.


Editor: LBH

Sumber: Beragam Sumber

Terkini

X