Anak-anak Korban Erupsi Harus Tetap Belajar

LBH
- Rabu, 15 Desember 2021 | 13:00 WIB
Kegiatan belajar-mengajar Anak-anak yang terdampak erupsi Gunung Semeru. (Dok. BNPB)
Kegiatan belajar-mengajar Anak-anak yang terdampak erupsi Gunung Semeru. (Dok. BNPB)

Beritasentor.com. Pos Komando (Posko) memastikan pelayanan dasar warga terdampak terpenuhi, mulai dari kebutuhan dasar, kesehatan hingga sektor pendidikan. Kegiatan belajar-mengajar tidak boleh berhenti meskipun dalam kondisi darurat. Ini menjadi salah satu kebijakan pembelajaran paska erupsi Gunung Semeru beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Mensos Tri Rismaharini Menghibur Anak-Anak Korban Erupsi Merapi di Pengungsian

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lumajang Drs. Agus Salim, M.Pd. menyampaikan pihaknya telah bergerak sejak awal untuk merespons kebutuhan pendidikan di wilayahnya. Ia mengatakan, kebijakan yang ditekankan pada sektor ini yaitu proses pembelajaran pada wilayah terdampak bersifat situasional dan kondisional. Hal tersebut mengingat kondisi yang dihadapi setiap anak berbeda dan fasilitas pendidikan yang terbatas setelah sarana dan prasarana terdampak bencana. 

Baca Juga: Kekerasan Seksual Harus Dilawan

Dinas Pendidikan Kabupaten Lumajang bersama berbagai pihak telah menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar secara darurat. Pada hari ini, Selasa (14/12), Pos Komando Penanganan Darurat Dampak Awan Panas dan Guguran Erupsi Gunung Semeru melaporkan dinas terkait dengan bantuan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi memberikan bantuan berupa tenda untuk proses belajar-mengajar.  Dinas Pendidikan bersama Sekretariat Nasional Sekolah Pendidikan Aman Bencana dan organisasi non pemerintah meluncurkan program ‘Yuk Kembali Sekolah’ sehingga anak didik dapat kembali bersekolah. 

Baca Juga: Sektor Keuangan Syariah Akan Semakin Berperan Penting

“Kami dan jejaring mitra pendidikan yang tergabung dalam klaster pendidikan, berharap agar proses pendidikan tidak terhenti walaupun dalam situasi darurat,” ujar Nasrus Syukroni, Emergency Response Spesialist Plan Indonesia, di Kabupaten Lumajang, pada Selasa (14/12). 

Lebih lanjut, ia menyampaikan sekitar dua ribu anak dari 24 sekolah terdampak harus tetap mendapatkan akses ke pendidikan.

“Kami sangat mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Lumajang yang telah mengeluarkan surat intruksi untuk segera kembali sekolah,” tambahnya.

Baca Juga: Pemerintah Akan Terus Mendorong Vaksin Kepada Anak-Anak

Halaman:

Editor: LBH

Sumber: BNPB

Tags

Terkini

Pemerintah Melarang Ekspor Minyak Goreng

Sabtu, 23 April 2022 | 10:00 WIB

Keindahan Alam Pantai Tanjung Kelayang di Belitung

Selasa, 12 April 2022 | 16:00 WIB

Banjir di Luwu Selatan Mulai Surut

Rabu, 16 Maret 2022 | 13:00 WIB

BNPB Harus Siap Berintegrasi dan Kolaborasi Multipihak

Sabtu, 26 Februari 2022 | 10:05 WIB

BPBD Bekasi Bersiaga Menghadapi Banjir

Jumat, 18 Februari 2022 | 11:30 WIB

Pergerakan Tanah Membuat Ratusan Rumah Rusak di Tegal

Rabu, 16 Februari 2022 | 09:32 WIB
X